6 Cara Mengatasi Bayi Cegukan agar Cepat Reda

6 Cara Mengatasi Bayi Cegukan agar Cepat Reda

6 Cara Mengatasi Bayi Cegukan agar Cepat Reda

Cegukan pada bayi umumnya normal dan dapat berhenti sendiri dalam beberapa menit. Cegukan bisa terjadi karena diafragma bayi masih berkembang, bayi menelan terlalu banyak udara saat menyusu, terlalu kenyang, atau mengalami refluks.


Kenapa Bayi Sering Cegukan?

Beberapa penyebab bayi cegukan antara lain:

Diafragma masih berkembang, sehingga lebih mudah mengalami kontraksi tiba-tiba.

Menelan banyak udara saat menyusu, terutama ketika bayi menyusu terlalu cepat.

Terlalu kenyang, sehingga lambung yang penuh dapat memberi tekanan pada diafragma.

Refluks atau gumoh, ketika isi lambung naik kembali ke kerongkongan.


6 Cara Mengatasi Bayi Cegukan

1. Bantu Bayi Bersendawa

Berikan jeda saat menyusui dan bantu bayi bersendawa untuk mengeluarkan udara yang tertelan.

2. Perbaiki Posisi Menyusu

Usahakan posisi bayi lebih tegak dan pastikan pelekatan menyusu sudah tepat agar udara yang masuk lebih sedikit.

3. Susui Bayi Lebih Pelan

Jika bayi menyusu terlalu cepat, berikan jeda agar proses menyusu menjadi lebih rileks.

4. Tegakkan Bayi Setelah Menyusu

Setelah menyusu, gendong bayi dalam posisi tegak selama beberapa saat untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan akibat udara atau refluks.

5. Tenangkan Bayi

Jika bayi rewel saat menyusu, berhenti sejenak dan tenangkan dengan mengusap punggungnya secara lembut. Kurangi distraksi di sekitar bayi.

6. Tunggu Cegukan Berhenti Sendiri

Sebagian besar cegukan akan hilang tanpa penanganan khusus. Tetap tenang dan biarkan bayi merasa nyaman hingga cegukan berhenti.


Cara Mencegah Bayi Cegukan

Beberapa kebiasaan yang dapat membantu mengurangi risiko cegukan:

Pastikan pelekatan menyusu benar.

Bantu bayi bersendawa setelah menyusu.

Hindari bayi menyusu hingga terlalu kenyang.

Kenali tanda lapar dan susui sebelum bayi menangis terlalu lama.


Kapan Bayi Cegukan Perlu Diperiksa?

Cegukan umumnya tidak berbahaya. Namun, konsultasikan dengan dokter jika cegukan berlangsung selama beberapa jam, terlalu sering, atau disertai:

Demam.

Muntah.

Kesulitan bernapas.

Kesulitan menyusu.

Berat badan sulit bertambah.

Jika kondisi tersebut terjadi, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Catatan: Hindari cara-cara yang dapat mengejutkan atau membahayakan bayi untuk menghentikan cegukan, seperti memberikan air, menahan napas, atau membuat bayi kaget.


Sumber: https://www.generasimaju.co.id/artikel/7-9-bulan/pola-asuh/bayi-sering-cegukan

Artikel Lainnya